Showing posts with label Cara Putus Cinta. Show all posts
Showing posts with label Cara Putus Cinta. Show all posts

Saturday, August 2, 2014

AWAS ! 45% Orang Selingkuh karena Kekasih Terlalu Asyik Main HP

Ladies, jika tidak ingin kekasih Anda berselingkuh, kurangilah penggunaan smartphone atau tablet Anda. Berdasarkan hasil studi terbaru, kekasih yang terlalu asyik bermain smartphone jadi salah satu alasan utama orang berselingkuh.

Survei yang diadakan situs perjodohan Victoria Milan mengungkapkan, hampir setengah dari 6000 responden mengaku telah berselingkuh karena merasa dinomorduakan. Posisi mereka kalah dari smartphone yang lebih jadi prioritas utama kekasihnya.

Beberapa responden merasa pasangannya lebih memerhatikan ponsel daripada dirinya saat mereka sedang bersama. Mengecek ponsel saat makan siang, sibuk ber-sosial media kala nonton film, di tengah percakapan penting bahkan setelah bercinta, ponsel-lah yang selalu jadi hal pertama yang mereka pedulikan.

Kebiasaan tidak mengindahkan seseorang yang ada di sampingnya karena terlalu fokus mengutak-atik smartphone kini memang jadi fenomena yang sangat umum. Bahkan melahirkan istilah sendiri yang disebut 'phubbing'. Berasal dari kata snubbing (mengejek), yang kemudian disebut phubbing dan didefinisikan sebagai kebiasaan mengejek seseorang karena ponsel.

Kecenderungan itu kini juga berdampak negatif bagi hubungan asmara. Dari hasil survei, Victoria Milan menemukan ada 45 persen responden yang selingkuh atau diselingkuhi karena merasa pasangannya lebih memerhatikan smartphone atau tablet daripada apa yang kekasihnya lakukan. Wanita dengan usia 30-50 tahun adalah responden yang paling merasa demikian.

Ironisnya, responden yang berselingkuh karena kekasihnya mengabaikan mereka demi smartphone juga menggunakan ponselnya untuk bertemu seseorang yang baru. Sebanyak 66 persen responden bersikeras mereka tidak akan berkhianat kalau saja teknologi, khususnya internet tidak berperan.

"Seperti hal lain yang meningkatkan hidup kita, (pengaruh) teknologi seperti pedang bermata dua," ujar Sigurd Vedal, CEO Victoria Milan, seperti dikutip dari Daily Mail.

Ia menambahkan bahwa penggunaan teknologi modern telah memicu timbulnya semacam perilaku anti sosial. Lebih memilih sendirian di ruangan daripada berkumpul dengan teman, atau langsung mencari koneksi wi-fi maupun tempat mengisi ulang baterai begitu tiba di suatu tempat tanpa menyapa orang yang ditemuinya terlebih dahulu akan membuat kita terlihat seperti orang yang enggan mengenal orang lain.

"Pada akhirnya kita akan merasa jadi orang yang tak utuh. Hubungan yang nyata harus tetap kita temukan," kata Sigurd. Source

Thursday, June 13, 2013

BACAAN KHUSUS DEWASA 18 + PLUS :Lima Alasan Wanita Berselingkuh

SELINGKUH Selama ini telah menjadi sebuah stereotip budaya bagaimana pria lebih sering melakukan perselingkuhan dalam sebuah hubungan asmara. Namun, beberapa studi telah menunjukkan bahwa ternyata banyak pula wanita yang berselingkuh dan jumlahnya hampir mendekati jumlah pria. Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi? Mengapa wanita yang selama ini dianggap dapat lebih setia ternyata juga melakukan dosa perselingkuhan? Berikut alasannya seperti dilansir Times Of India :

1. Merasa tidak dipedulikan

Sikap pria yang cuek seringkali membuat para wanita merasa tidak dihargai, diacuhkan dan tidak dipedulikan. Hal-hal tersebut kemudian akan membuat wanita merasa dirinya hanya dianggap sebagai pelayan di rumah, penyedia kebutuhan finansial atau pengasuh anak yang akan membawa wanita mencari perhatian dan kasih sayang pada pria lain.

2. Menginginkan keintiman

Keintiman dalam suatu hubungan bukan hanya seputar hubungan fisik dan seksual saja. Bagi wanita, keintiman emosi yang terhubung antara kedua belah pihak dengan beberapa tindakan romantis adalah suatu kebutuhan. Terkadang pria tidak menyadari pentingnya melakukan hal-hal yang romantis seperti berpelukan, berciuman mesra, berbincang-bincang dari hati ke hati dan sebagainya. Wanita yang merasa tidak mendapatkan hal tersebut dari kekasih mereka bisa saja mencarinya dari pria lain.

3. Merasa bosan

Rasa bosan dan kesepian yang dirasakan dalam jangka waktu yang lama akibat pasangan yang terlalu sibuk bekerja atau sedang menjalani hubungan jarak jauh bisa saja membuat sang wanita merasa hidupnya kurang berarti. Hal ini dapat membuat wanita mudah tergoda rayuan pria lain untuk mengisi kekosongan hidupnya.

4. Merasa kurang dicintai

Wanita cenderung melakukan perselingkuhan ketika mereka sampai pada titik dimana mereka merasa tidak dicintai dan dihargai sepenuhnya oleh pasangan mereka. Beberapa wanita terkadang memiliki harapan yang tidak realistis mengenai sikap pasangan mereka. Jika mereka merasa harapannya telah dikecewakan, maka mereka bisa saja mencari perhatian pada pria lain.

5. Mengalami gangguan

Bukannya tidak mungkin, tapi beberapa wanita bisa saja mengalami gangguan keintiman yang biasanya disebabkan oleh trauma masa kecil atau pelecehan seksual yang pernah dialami. Hal-hal tersebut dapat mempengaruhi kebutuhan seksual mereka seperti kecanduan seks atau sulit untuk setia dalam berkomtimen. Dua hal ini lah yang mampu membuat mereka melakukan perselingkuhan. sumber • VIVAlife

Wednesday, December 5, 2012

Cara Putus Pacar Tanpa buat Si Dia Tersiksa Sakit Hati

tips Cara Putus Pacar
istimewa
Anda tahu sudah waktunya untuk putus dan tak ada gunanya melanjutkan hubungan dengan sang pacar. Tetapi setiap kali Anda ingin melakukannya muncul ketakutan yang besar.
Biar bagaimanapun Anda tak ingin menyakiti hatinya. Akibatnya Anda terus menunda untuk membicarakannya.

Masalahnya hubungan jadi semakin buruk belakangan ini: dia mulai menangkap gelagat Anda, perasaan tak nyaman sudah menumpuk, atau Anda kelelahan untuk terus berpura-pura masih memiliki perasaan yang sama seperti dulu.

Memutuskan hubungan bukan perkara yang mudah. Lebih mudah menghindarinya. Sebenarnya ada beberapa langkah yang bisa Anda terapkan untuk memupuk keberanian dalam mengutarakan keinginan putus hubungan.

Langkah 1: Ubah cara pikir Anda
Selama ini ketakutan Anda berasal dari pikiran akan menyakiti hatinya. Jadi sulit untuk mengambil risiko. Tetapi kenyataannya adalah, jika Anda bukan orang yang tepat untuknya, ini adalah hadiah terbesar yang mungkin bisa diberikan kepadanya.
Setelah ini, dia Anda akan bebas mengejar hubungan yang tepat. Jadi luangkan waktu untuk mengadopsi pola pikir baru bahwa Anda memberinya hadiah yang paling berharga: kebebasannya untuk dicintai.

Langkah 2: Berikan kisi - kisi
Nah, jika Anda  tidak pernah membicarakan masalah yang Anda rasakan antara kalian, inilah saatnya. Pastikan Anda mengungkapkannya dengan jelas dan rinci, hal yang mengganggu Anda dan mencoba untuk memecahkan masalah.
Kemudian, jika masalah tersebut tidak terselesaikan, pemutusan hubungan  tidak akan menjadi kejutan buatnya.

Langkah 3: Lakukan dengan percakapan langsung
Belakangan ini, sangat mudah bagi orang untuk menjadi pengecut dengan memutuskan hubungan melalui email, teks, atau pesan suara.
Tetapi tidak berarti dengan sembarang percakapan. Apalagi marah - marah, Anda tentu ingin berpisah dengan cara yang "anggun".
Jadi siapkan diri dengan memikirkan hal-hal yang Anda hargai tentang pasangan Anda, pelajaran yang Anda terima selama bersamanya. Kemudian lontarkan dengan jelas keputusan Anda untuk mengakhiri hubungan ini.

Langkah 4: Periode tenang
Sebaik-baiknya cara berpisah tetap akan menimbulkan luka dan perasaan sakit. Jadi, sepakati periode untuk tidak saling berhubungan dulu. Dalam minggu-minggu awal setelah putus, akan sulit untuk menghindari tak saling berkirim email, teks, atau telepon.

Tapi ini justru akan semakin menyakitkan dan sakit yang makin dalam. Dengan menyetujui untuk tidak berhubungan satu sama lain selama jangka waktu tertentu, katakanlah 2 minggu sampai 2 bulan, Anda saling memberi ruang untuk berduka dan kemampuan bertahan sendirian.
Bila Anda berdua ingin tetap berteman, lakukan setelah melewati waktu yang disepakati tersebut.
Catatan penting: walaupun Anda yang memutuskan, Anda tetap mebutuhkan masa penyembuhan diri. Jika ingin memulai hubungan baru, mulailah saat Anda benar-benar merasa siap. Sebaiknya hubungan baru dimulai dengan awal yang sehat dan pikiran segar tanpa beban masa lalu.  (Hesti Pratiwi/ GALTime)
sumber:http://www.tribunnews.com/2012/12/02/cara-putus-pacaran-tanpa-membuat-si-dia-tersiksa-sakit-hati